SABTU, 14 MAR 2026, 11:24:00
Gempur86
Headline
● Ketua Apdesi Cibalong Sebut Pungutan Hasil Kesepakatan, PW MOI Jabar Minta Kejelasan Dasar Hukum ● Mobil Mewah BMW Bermuatan Sabu Rp50 Miliar, Polisi Amankan 3 Orang di Bakauheni ● Bantuan Pangan di Desa Sagara Diduga Dipungut, Warga Minta Pihak Terkait Turun Tangan ● Subuh Mencekam di Cipanas, Mobil Nyelonong ke Hotel Augusta, 1 Kendaraan Tamu Rusak Berat ● Revitalisasi SDN 1 Maroko Kembali Disorot, PW MOI Jabar Surati Sejumlah Instansi ● Lampu Jalan Mati Tak Kunjung Teratasi, Ketua Ranting PP Helvetia Kecewa: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab ● Revitalisasi SDN 1 Maroko Disorot, Genteng Bongkaran Diduga Diperjualbelikan ● Kejari Sumedang Tahan Mantan Kepala Kesbangpol Terkait Dugaan Korupsi ● Soroti Pentingnya Etika, Ketua PW MOI Jabar Imbau Wartawan Jaga Marwah Pers ● Bukti Nyata Komitmen Berantas Miras Narkoba dan OKT, Kapolres dan Dandim Garut Pimpin KRYD ● Video Lawas Brigjen Hengki Haryadi Bahas Kriminalitas Jakarta 2014 Viral Lagi ● Terkait Peredaran Obat Keras, Dinkes Sumedang Pastikan Bukan dari Apotek Resmi ● Dua Paket Revitalisasi SDN 1 Najaten Capai Rp1,4 Miliar, Transparansi Pelaksanaan Jadi Sorotan ● Kepala PKBM di Tangerang Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP ● Benarkah Ada Pungutan 3% Dana BOSP di PKBM Garut? ● Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo ● Isu Permainan Proyek Mencuat di Perkim Garut, Kedekatan Pejabat dengan Pengusaha Dipertanyakan ● GEMA BSP Tiga Kecamatan, Ancam Kepung Kantor Bupati Garut dan DPRD ● Ormas Madas Nusantara Dukung Pemerintah Bangun Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan Kendati BASSRA Dan 45 Ulama dan Habaib Menolak ● Protes Tarif Parkir, Fritz Alor Boy Terlibat Cekcok dengan Provos Polda Metro Jaya ● Ketua Apdesi Cibalong Sebut Pungutan Hasil Kesepakatan, PW MOI Jabar Minta Kejelasan Dasar Hukum ● Mobil Mewah BMW Bermuatan Sabu Rp50 Miliar, Polisi Amankan 3 Orang di Bakauheni ● Bantuan Pangan di Desa Sagara Diduga Dipungut, Warga Minta Pihak Terkait Turun Tangan ● Subuh Mencekam di Cipanas, Mobil Nyelonong ke Hotel Augusta, 1 Kendaraan Tamu Rusak Berat ● Revitalisasi SDN 1 Maroko Kembali Disorot, PW MOI Jabar Surati Sejumlah Instansi ● Lampu Jalan Mati Tak Kunjung Teratasi, Ketua Ranting PP Helvetia Kecewa: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab ● Revitalisasi SDN 1 Maroko Disorot, Genteng Bongkaran Diduga Diperjualbelikan ● Kejari Sumedang Tahan Mantan Kepala Kesbangpol Terkait Dugaan Korupsi ● Soroti Pentingnya Etika, Ketua PW MOI Jabar Imbau Wartawan Jaga Marwah Pers ● Bukti Nyata Komitmen Berantas Miras Narkoba dan OKT, Kapolres dan Dandim Garut Pimpin KRYD ● Video Lawas Brigjen Hengki Haryadi Bahas Kriminalitas Jakarta 2014 Viral Lagi ● Terkait Peredaran Obat Keras, Dinkes Sumedang Pastikan Bukan dari Apotek Resmi ● Dua Paket Revitalisasi SDN 1 Najaten Capai Rp1,4 Miliar, Transparansi Pelaksanaan Jadi Sorotan ● Kepala PKBM di Tangerang Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP ● Benarkah Ada Pungutan 3% Dana BOSP di PKBM Garut? ● Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo ● Isu Permainan Proyek Mencuat di Perkim Garut, Kedekatan Pejabat dengan Pengusaha Dipertanyakan ● GEMA BSP Tiga Kecamatan, Ancam Kepung Kantor Bupati Garut dan DPRD ● Ormas Madas Nusantara Dukung Pemerintah Bangun Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan Kendati BASSRA Dan 45 Ulama dan Habaib Menolak ● Protes Tarif Parkir, Fritz Alor Boy Terlibat Cekcok dengan Provos Polda Metro Jaya
Menyelamatkan Fiskal Daerah Menjaga Hak Aparatur
Terkini Redaksi - 10:46:10, 07 Aug 2026

Menyelamatkan Fiskal Daerah Menjaga Hak Aparatur

Gempur86.my.id, 08 Agustus 2026.Ketika ribuan aparatur sipil negara di berbagai penjuru Indonesia mulai dihantui ketidakpastian mengenai hak yang semestinya mereka terima setiap bulan, persoalannya tidak lagi sekadar menyangkut administrasi keuangan. Keterlambatan pembayaran gaji ASN telah berkembang menjadi indikator rapuhnya daya tahan fiskal daerah. Dalam situasi itulah pemerintah pusat mengambil langkah luar biasa dengan mengalokasikan bantuan Rp20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah yang mengalami tekanan keuangan. Kebijakan tersebut bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah yang selama ini menjadi fondasi pelaksanaan otonomi daerah.Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menginstruksikan penyaluran bantuan melalui Kementerian Keuangan menjadi respons atas persoalan yang telah memunculkan keresahan di berbagai daerah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa dana sebesar Rp20,5 triliun akan dibagikan kepada 490 pemerintah daerah dan ditargetkan mulai dicairkan paling lambat pada pekan berikutnya. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah menyadari persoalan ini telah berkembang menjadi isu nasional yang tidak dapat lagi ditunda penyelesaiannya.Besarnya nilai bantuan menunjukkan bahwa pemerintah memandang pembayaran gaji ASN sebagai prioritas yang tidak dapat dikompromikan. ASN merupakan penggerak utama pelayanan publik. Mereka menjalankan administrasi pemerintahan, pelayanan kesehatan, pendidikan, perizinan, kependudukan, hingga berbagai layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Ketika hak mereka terlambat dipenuhi, dampaknya tidak berhenti pada persoalan individu, tetapi berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan negara kepada masyarakat.Di balik kebijakan penyelamatan fiskal tersebut tersimpan pertanyaan yang jauh lebih penting. Mengapa hingga 490 pemerintah daerah mengalami kesulitan membayar gaji pegawainya sendiri? Jumlah tersebut bukan angka kecil. Bahkan mencerminkan bahwa persoalan yang dihadapi bukanlah kasus yang berdiri sendiri, melainkan gejala struktural dalam tata kelola fiskal nasional. Jika ratusan daerah mengalami persoalan yang sama dalam waktu bersamaan, maka evaluasi tidak cukup hanya diarahkan kepada pemerintah daerah, tetapi juga harus menyentuh desain hubungan fiskal nasional.Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah sepanjang tahun 2026 memang bertujuan menjaga kesehatan APBN di tengah berbagai tantangan ekonomi. Salah satu konsekuensinya adalah penyesuaian Transfer ke Daerah. Bagi daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat, kebijakan tersebut mungkin masih dapat diantisipasi melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Namun bagi daerah yang selama ini sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat, pengurangan tersebut langsung memengaruhi kemampuan membiayai belanja rutin, terutama belanja pegawai.Fakta tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan otonomi daerah masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Selama lebih dari dua dekade desentralisasi berjalan, masih banyak daerah yang belum mampu membangun kemandirian fiskal. Pendapatan Asli Daerah di sebagian besar wilayah masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan belanja pemerintahan. Akibatnya, APBD menjadi sangat sensitif terhadap setiap perubahan kebijakan transfer pemerintah pusat.Ketergantungan fiskal tersebut sesungguhnya bukan hanya persoalan rendahnya penerimaan daerah. Di sejumlah wilayah, komposisi belanja pegawai masih mendominasi APBD sehingga ruang fiskal menjadi semakin sempit. Ketika transfer berkurang, pemerintah daerah tidak lagi memiliki fleksibilitas untuk menutup kebutuhan belanja yang bersifat wajib. Kondisi inilah yang akhirnya memunculkan ancaman keterlambatan pembayaran gaji ASN dan PPPK.Dalam konteks tersebut, keputusan pemerintah menggunakan mekanisme bantuan melalui Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara merupakan pilihan yang cukup rasional. Skema ini memungkinkan dana disalurkan lebih cepat dibandingkan apabila pemerintah harus menunggu perubahan kebijakan Transfer ke Daerah. Langkah tersebut memperlihatkan adanya fleksibilitas pengelolaan APBN untuk merespons kondisi darurat tanpa harus mengubah keseluruhan desain transfer fiskal nasional.Namun demikian, bantuan pemerintah pusat tidak boleh dipandang sebagai solusi permanen. Bantuan fiskal hanya berfungsi sebagai jaring pengaman agar pelayanan publik tidak terganggu dan hak ASN tetap terpenuhi. Apabila pola penyelamatan semacam ini terus berulang setiap kali daerah mengalami tekanan keuangan, maka akan muncul risiko moral hazard. Pemerintah daerah dapat kehilangan dorongan untuk melakukan reformasi fiskal karena selalu berharap adanya intervensi dari pemerintah pusat.Oleh karena itu, transparansi menjadi aspek yang tidak kalah penting. Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka indikator yang digunakan dalam menentukan daerah penerima bantuan serta besaran dana yang diterima masing-masing daerah. Keterbukaan tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa distribusi bantuan benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil, bukan pertimbangan lain di luar aspek fiskal.Pemerintah juga patut diapresiasi karena menegaskan bahwa bantuan diprioritaskan untuk pembayaran gaji ASN dan PPPK, termasuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu. Kebijakan tersebut memberikan kepastian kepada ribuan pegawai yang sebelumnya dihantui kekhawatiran kehilangan pendapatan atau bahkan terancam pemutusan hubungan kerja akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah.Meskipun demikian, persoalan sesungguhnya belum selesai. Bantuan Rp20,5 triliun memang dapat meredakan tekanan dalam jangka pendek, tetapi tidak serta merta menghilangkan akar masalah yang selama ini membelit keuangan daerah. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur APBD, efektivitas belanja, kapasitas Pendapatan Asli Daerah, serta sistem perencanaan anggaran agar lebih adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi.Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu mempercepat berbagai upaya peningkatan kemandirian fiskal. Optimalisasi pajak daerah, retribusi yang proporsional, pengembangan potensi ekonomi lokal, peningkatan investasi, digitalisasi pelayanan publik, serta efisiensi belanja harus menjadi agenda yang dijalankan secara konsisten. Otonomi daerah tidak hanya memberikan kewenangan mengelola pemerintahan, tetapi juga menuntut kemampuan membangun ketahanan fiskal secara mandiri.Peran pemerintah pusat pada akhirnya bukan sekadar menjadi penyelamat ketika daerah mengalami kesulitan. Lebih dari itu, pemerintah harus memperkuat sistem pembinaan, pengawasan, dan peringatan dini terhadap kondisi keuangan daerah sehingga potensi krisis dapat dideteksi sebelum berkembang menjadi persoalan nasional. Sistem informasi fiskal yang terintegrasi akan membantu pemerintah mengambil langkah korektif lebih cepat dan lebih tepat sasaran.Kebijakan penyaluran Rp20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah menjadi bukti bahwa negara hadir ketika stabilitas pemerintahan daerah menghadapi ancaman. Namun kebijakan tersebut juga menjadi pengingat bahwa ketahanan fiskal daerah masih membutuhkan pembenahan yang mendasar. Krisis pembayaran gaji ASN tidak boleh dipandang sebagai peristiwa sesaat, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat fondasi hubungan keuangan pusat dan daerah agar lebih sehat, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan.Ukuran keberhasilan kebijakan ini bukan hanya seberapa cepat dana berhasil dicairkan atau berapa banyak daerah yang berhasil menyelesaikan kewajiban pembayaran gaji. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan, hak ASN terlindungi secara berkelanjutan, pemerintah daerah semakin mandiri secara fiskal, dan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dengan daerah mampu dibangun di atas prinsip akuntabilitas, keadilan, serta keberlanjutan. Jika momentum ini dimanfaatkan sebagai titik awal reformasi fiskal yang lebih mendalam, maka bantuan Rp20,5 triliun tidak sekadar menjadi solusi atas krisis hari ini, tetapi juga menjadi investasi kelembagaan bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih kokoh pada masa mendatang. Baca selengkapnya
Kunjungan Silaturahmi Kapolres Garut ke Kapala Rutan Garut hingga Wakil Bupati Garut
Terkini Redaksi - 10:43:06, 07 Aug 2026

Kunjungan Silaturahmi Kapolres Garut ke Kapala Rutan Garut hingga Wakil Bupati Garut

Gempur 86.my.id, ‎Garut,- Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan rangkaian kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Kepala Rutan Garut, Kepala Bapas Garut, Kepala Lapas Garut, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Garut, serta Wakil Bupati Garut.Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Polres Garut dalam mempererat sinergitas lintas instansi guna memperkuat kolaborasi, meningkatkan koordinasi, serta bersama-sama menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.Dengan kebersamaan dan komunikasi yang solid, setiap langkah menjadi lebih kuat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan Kabupaten Garut yang semakin maju.‎(Tim) Baca selengkapnya
Polres Garut Gelar Konferensi Pers Terkait Kasus Penganiayaan
Kriminal Redaksi - 10:31:29, 07 Aug 2026

Polres Garut Gelar Konferensi Pers Terkait Kasus Penganiayaan

Gempur86.my.id, GARUT – Polres Garut menggelar konferensi pers terkait pengungkapan kasus tindak pidana penganiayaan berat yang mengakibatkan meninggal dunia. Konferensi pers dipimpin langsung oleh Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bentuk komitmen Polres Garut dalam memberikan kepastian hukum serta menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif.Peristiwa tersebut terjadi pada Senin, 3 Agustus 2026 sekitar pukul 18.00 WIB, di pinggir Jalan Raya Kampung Salagedang, RT 002 RW 006, Desa Sukaraja, Kecamatan Banyuresmi, Kabupaten Garut.Korban warga Kecamatan Tarogong Kidul, mengalami luka berat di bagian kepala, wajah, dada, perut, dan leher hingga mengeluarkan banyak darah sempat mendapatkan penangan medis di RSUD Slamet Garut namun Korban meninggal dunia akibat luka berat yang dideritanya. Sementara itu, petugas berhasil mengamankan seorang pria berinisial N alias B (55), warga Kecamatan Banyuresmi, yang bersembunyi dilahan tidak jauh dari lokasi kejadian dan telah ditetapkan sebagai tersangka.Dalam keterangannya, Kapolres Garut AKBP Niko N. Adi Putra menjelaskan bahwa berdasarkan hasil penyelidikan, peristiwa bermula saat tersangka sedang memberi makan musang peliharaannya. Saat itu, tersangka melihat korban berada di balik tembok kandang musang hingga keduanya saling bertatapan. Korban kemudian melontarkan perkataan yang memancing emosi tersangka, sehingga terjadi adu mulut.‎Kapolres menjelaskan, setelah terjadi cekcok, tersangka membuka pintu rumah sambil membawa sebilah golok yang tadinya digunakan untuk mencacah ayam untuk pakan musang. Saat itu korban sempat memukul bahu dan pundak tersangka. Merasa emosi, tersangka kemudian membalas dengan membacok korban menggunakan golok secara berulang kali hingga mengenai sejumlah bagian tubuh korban.‎‎(Tim) Baca selengkapnya
Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Blitar Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Profesionalisme
Terkini Reef - 13:11:00, 01 Jul 2026

Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Blitar Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Profesio...

BLITAR – Polres Blitar menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Alun-Alun Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (1/7/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran personel Polres Blitar, unsur TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

  Baca selengkapnya
Mengenang Warkop DKI lewat Gelak Tawa: Agenda Nobar Seru ExSosat ILUNI 34'85 di Blok M Square
Terkini Ginandjar - 10:33:00, 18 Jun 2026

Mengenang Warkop DKI lewat Gelak Tawa: Agenda Nobar Seru ExSosat ILUNI 34'85 di Blok M Squ...

Siang itu, keceriaan pecah di lantai 5 Blok M Square. Para sahabat yang tergabung dalam ExSosat (Ex Sosial Satu) ILUNI 34'85, dipimpin oleh Neni Sri Handayani bersama kawan-kawan, tak menyangka jika agenda nonton bareng (nobar) kali ini bakal mengocok perut. Menyaksikan film komedi-horor terbaru yang menghidupkan kembali trio legendaris Warkop DKI—kali ini diperankan secara apik oleh Desta, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro—rombongan alumni ini dibuat terpingkal-pingkal hampir sepanjang durasi film.

  Baca selengkapnya
Langkah Kaki yang Menolak Tua : Merajut Rindu dan Sehat Bersama ILUNI 34'85 di Acara Fun Walk
Olahraga Ginandjar - 08:42:56, 16 Jun 2026

Langkah Kaki yang Menolak Tua : Merajut Rindu dan Sehat Bersama ILUNI 34'85 di Acara Fun W...

Mens sana in corpore sano—sebuah pepatah Latin tua yang mengingatkan kita bahwa di dalam tubuh yang sehat, bersemayam jiwa yang kuat. Namun bagi keluarga besar ILUNI 34'85, untaian kalimat itu bukan sekadar slogan di atas kertas. Ia adalah sebuah panggilan kerinduan. Panggilan untuk kembali melangkah bersama, saling menatap mata, dan mendekap erat tali silaturahmi yang telah terajut selama puluhan tahun.

  Baca selengkapnya
Belajar "Melukis Cahaya" Bersama ILUNI 34'85 : Dari Teori hingga Efek Bokeh yang Bikin Happy
Terkini Ginandjar - 13:01:57, 15 Jun 2026

Belajar "Melukis Cahaya" Bersama ILUNI 34'85 : Dari Teori hingga Efek Bokeh yang Bikin Hap...

Ruangan di Kantor Iswara Films, Jati Padang Barat, Jakarta Selatan, terasa begitu hangat kemarin. Bukan sekadar karena cuaca mendung, melainkan karena antusiasme para peserta Kursus Singkat Fotografi & Videografi ILUNI 34'85 yang luar biasa. Meski jumlah peserta yang hadir tidak sebanyak di daftar absen, semangat mereka justru berlipat ganda—layaknya baterai kamera yang terisi penuh.

  Baca selengkapnya
Mengenang Ibu Hj. Andania Said : Kekeluargaan dalam Untaian Doa di Malam Ketiga
Terkini Gigin - 11:49:45, 15 Jun 2026

Mengenang Ibu Hj. Andania Said : Kekeluargaan dalam Untaian Doa di Malam Ketiga

Suasana malam ketiga wafatnya Ibu Hj. Andania Said, istri tercinta dari Bapak H. Sullahi, memimpikan kediamannya dengan nuansa yang begitu khusyuk dan penuh kedamaian pada Minggu malam, 14 Juni 2026. Lebih dari 50 jamaah Masjid An Nur hadir memadati kediaman Bapak Sullahi, memenuhi ruang utama hingga ke area teras, menyatu dalam satu tujuan : mendoakan almarhumah.

  Baca selengkapnya
Mengenang Ibu Hj. Andania Said : Kekeluargaan dalam Untaian Doa di Malam Ketiga
Terkini Gigin - 11:47:35, 15 Jun 2026

Mengenang Ibu Hj. Andania Said : Kekeluargaan dalam Untaian Doa di Malam Ketiga

Suasana malam ketiga wafatnya Ibu Hj. Andania Said, istri tercinta dari Bapak H. Sullahi, memimpikan kediamannya dengan nuansa yang begitu khusyuk dan penuh kedamaian pada Minggu malam, 14 Juni 2026. Lebih dari 50 jamaah Masjid An Nur hadir memadati kediaman Bapak Sullahi, memenuhi ruang utama hingga ke area teras, menyatu dalam satu tujuan : mendoakan almarhumah.

  Baca selengkapnya
Pelaku UMKM Mulai Ekspansi Penjualan Lewat Kanal Digital
Terkini Nur Azizah - 07:06:00, 11 Mar 2026

Pelaku UMKM Mulai Ekspansi Penjualan Lewat Kanal Digital

Pelaku UMKM mulai memperluas jangkauan penjualan lewat kanal digital untuk menjawab perubahan perilaku konsumen. Strategi ini dinilai efektif dalam memperkuat daya saing sekaligus membuka pasar yang lebih luas.

Beberapa pelaku usaha mengaku penjualan meningkat setelah lebih aktif memanfaatkan promosi digital dan layanan pengiriman. Baca selengkapnya
Arus Kendaraan di Sejumlah Jalur Utama Terpantau Padat Sejak Pagi
Terkini Dewi Anggraini - 07:06:00, 11 Mar 2026

Arus Kendaraan di Sejumlah Jalur Utama Terpantau Padat Sejak Pagi

Arus kendaraan di sejumlah jalur utama terpantau padat sejak pagi akibat peningkatan aktivitas masyarakat. Kepadatan terlihat di beberapa persimpangan dan akses menuju pusat kegiatan ekonomi.

Pengendara diimbau mengatur waktu keberangkatan dan memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari perlambatan perjalanan. Baca selengkapnya
Aparat Tingkatkan Patroli Malam Setelah Laporan Kejahatan Naik
Kriminal Bagus Prasetyo - 07:06:00, 11 Mar 2026

Aparat Tingkatkan Patroli Malam Setelah Laporan Kejahatan Naik

Aparat keamanan meningkatkan patroli malam di sejumlah titik setelah menerima peningkatan laporan tindak kejahatan. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat pencegahan serta memberi rasa aman bagi warga.

Warga juga diminta segera melaporkan aktivitas mencurigakan agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat. Baca selengkapnya
Polisi Selidiki Kasus Peredaran Dokumen Palsu di Wilayah Kota
Kriminal Rama Wijaya - 07:06:00, 11 Mar 2026

Polisi Selidiki Kasus Peredaran Dokumen Palsu di Wilayah Kota

Kepolisian menyelidiki kasus dugaan peredaran dokumen palsu yang terdeteksi di sejumlah titik wilayah kota. Proses penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pola distribusi serta pihak-pihak yang diduga terlibat.

Aparat mengimbau masyarakat lebih berhati-hati dalam memeriksa keaslian dokumen sebelum melakukan transaksi penting. Baca selengkapnya
Kalender Hari Ini
-
-
00:00:00

Pilihan Editor

Indeks →
Gempur86