SABTU, 14 MAR 2026, 11:24:00
Gempur86
Headline
● Ketua Apdesi Cibalong Sebut Pungutan Hasil Kesepakatan, PW MOI Jabar Minta Kejelasan Dasar Hukum ● Mobil Mewah BMW Bermuatan Sabu Rp50 Miliar, Polisi Amankan 3 Orang di Bakauheni ● Bantuan Pangan di Desa Sagara Diduga Dipungut, Warga Minta Pihak Terkait Turun Tangan ● Subuh Mencekam di Cipanas, Mobil Nyelonong ke Hotel Augusta, 1 Kendaraan Tamu Rusak Berat ● Revitalisasi SDN 1 Maroko Kembali Disorot, PW MOI Jabar Surati Sejumlah Instansi ● Lampu Jalan Mati Tak Kunjung Teratasi, Ketua Ranting PP Helvetia Kecewa: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab ● Revitalisasi SDN 1 Maroko Disorot, Genteng Bongkaran Diduga Diperjualbelikan ● Kejari Sumedang Tahan Mantan Kepala Kesbangpol Terkait Dugaan Korupsi ● Soroti Pentingnya Etika, Ketua PW MOI Jabar Imbau Wartawan Jaga Marwah Pers ● Bukti Nyata Komitmen Berantas Miras Narkoba dan OKT, Kapolres dan Dandim Garut Pimpin KRYD ● Video Lawas Brigjen Hengki Haryadi Bahas Kriminalitas Jakarta 2014 Viral Lagi ● Terkait Peredaran Obat Keras, Dinkes Sumedang Pastikan Bukan dari Apotek Resmi ● Dua Paket Revitalisasi SDN 1 Najaten Capai Rp1,4 Miliar, Transparansi Pelaksanaan Jadi Sorotan ● Kepala PKBM di Tangerang Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP ● Benarkah Ada Pungutan 3% Dana BOSP di PKBM Garut? ● Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo ● Isu Permainan Proyek Mencuat di Perkim Garut, Kedekatan Pejabat dengan Pengusaha Dipertanyakan ● GEMA BSP Tiga Kecamatan, Ancam Kepung Kantor Bupati Garut dan DPRD ● Ormas Madas Nusantara Dukung Pemerintah Bangun Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan Kendati BASSRA Dan 45 Ulama dan Habaib Menolak ● Protes Tarif Parkir, Fritz Alor Boy Terlibat Cekcok dengan Provos Polda Metro Jaya ● Ketua Apdesi Cibalong Sebut Pungutan Hasil Kesepakatan, PW MOI Jabar Minta Kejelasan Dasar Hukum ● Mobil Mewah BMW Bermuatan Sabu Rp50 Miliar, Polisi Amankan 3 Orang di Bakauheni ● Bantuan Pangan di Desa Sagara Diduga Dipungut, Warga Minta Pihak Terkait Turun Tangan ● Subuh Mencekam di Cipanas, Mobil Nyelonong ke Hotel Augusta, 1 Kendaraan Tamu Rusak Berat ● Revitalisasi SDN 1 Maroko Kembali Disorot, PW MOI Jabar Surati Sejumlah Instansi ● Lampu Jalan Mati Tak Kunjung Teratasi, Ketua Ranting PP Helvetia Kecewa: Jangan Saling Lempar Tanggung Jawab ● Revitalisasi SDN 1 Maroko Disorot, Genteng Bongkaran Diduga Diperjualbelikan ● Kejari Sumedang Tahan Mantan Kepala Kesbangpol Terkait Dugaan Korupsi ● Soroti Pentingnya Etika, Ketua PW MOI Jabar Imbau Wartawan Jaga Marwah Pers ● Bukti Nyata Komitmen Berantas Miras Narkoba dan OKT, Kapolres dan Dandim Garut Pimpin KRYD ● Video Lawas Brigjen Hengki Haryadi Bahas Kriminalitas Jakarta 2014 Viral Lagi ● Terkait Peredaran Obat Keras, Dinkes Sumedang Pastikan Bukan dari Apotek Resmi ● Dua Paket Revitalisasi SDN 1 Najaten Capai Rp1,4 Miliar, Transparansi Pelaksanaan Jadi Sorotan ● Kepala PKBM di Tangerang Jadi Tersangka Korupsi Dana BOP ● Benarkah Ada Pungutan 3% Dana BOSP di PKBM Garut? ● Jusuf Rizal Instruksikan Anggota Madas Nusantara Ikut Amankan Kota Jakarta Jika Ada Kerusuhan Akibat Aksi Demo ● Isu Permainan Proyek Mencuat di Perkim Garut, Kedekatan Pejabat dengan Pengusaha Dipertanyakan ● GEMA BSP Tiga Kecamatan, Ancam Kepung Kantor Bupati Garut dan DPRD ● Ormas Madas Nusantara Dukung Pemerintah Bangun Wiraraja Industrial Park Madura di Bangkalan Kendati BASSRA Dan 45 Ulama dan Habaib Menolak ● Protes Tarif Parkir, Fritz Alor Boy Terlibat Cekcok dengan Provos Polda Metro Jaya
Dugaan Permintaan Uang Rp30 Juta Terkait Warung Tramadol di Garut
Terkini Redaksi - 18:14:05, 07 Aug 2026

Dugaan Permintaan Uang Rp30 Juta Terkait Warung Tramadol di Garut

Gempur86.my.id, Garut - Mencuat dugaan adanya permintaan uang kepada sejumlah warung yang disebut menjual obat keras terbatas seperti tramadol dan sejenisnya di Kabupaten Garut. Dugaan tersebut muncul setelah beredar rekaman suara berdurasi sekitar 39 detik yang disebut-sebut merupakan suara seorang Ketua RW berinisial A di Desa Haurpanggung.  Baca selengkapnya
Lomba P2L Desa Wonoagung Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Produktif
Terkini Redaksi - 16:43:09, 07 Aug 2026

Lomba P2L Desa Wonoagung Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Produktif

Gempur86.my.id, Malang - Lomba Pekarangan Pangan Lestari (P2L) di Desa Wonoagung, Kecamatan Tirtoyudo, Kabupaten Malang, memasuki tahap penilaian oleh tim penilai dari Kecamatan Tirtoyudo, Jumat (7/8/2026).‎‎Penilaian berlangsung di lingkungan RT 10, Dusun Wonokitri. Kegiatan tersebut dihadiri oleh pengurus PKK Desa Wonoagung, ibu-ibu Dasawisma RT 10, Ketua RT 10, Kepala Desa Wonoagung beserta perangkat desa.‎‎Dalam kegiatan tersebut, ibu-ibu Dasawisma RT 10 turut menampilkan berbagai olahan makanan dan minuman tradisional hasil kreativitas mereka. Beragam sajian tersebut menjadi salah satu daya tarik dalam penilaian sekaligus menunjukkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan potensi pangan lokal.‎‎Selain menjadi bagian dari perlombaan, kegiatan P2L diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan secara produktif, sekaligus meningkatkan ketahanan pangan dan kreativitas warga Desa Wonoagung.‎‎(Biro Malang) Baca selengkapnya
Perangi Miras, Polres Garut Gelar Razia dan Imbau Warga Laporkan Pelanggar
Terkini Redaksi - 11:04:54, 07 Aug 2026

Perangi Miras, Polres Garut Gelar Razia dan Imbau Warga Laporkan Pelanggar

Gempur86.my.id, ‎Garut, - Peredaran minuman beralkohol berpotensi menjadi pemicu berbagai gangguan kamtibmas. Karena itu, Sat Samapta Polres Garut terus bergerak melalui patroli presisi dan razia rutin di sejumlah titik wilayah Kabupaten Garut.‎‎Dalam razia yang digelar pada Rabu malam (05/08), petugas berhasil mengamankan 8 botol miras jenis ciu, 1 botol Intisari, dan 43 bungkus tuak dari beberapa lokasi di Garut.‎‎Kegiatan ini merupakan langkah preventif Polres Garut untuk menekan peredaran minuman beralkohol sekaligus mendukung Program Kabupaten Garut 0% Alkohol demi terciptanya lingkungan yang aman, nyaman, dan kondusif bagi seluruh masyarakat.‎‎Mari bersama wujudkan Garut yang lebih aman dengan tidak mengonsumsi maupun mengedarkan minuman beralkohol. Jika menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu kamtibmas, segera laporkan kepada kepolisian terdekat.‎‎(Tim) Baca selengkapnya
Gubernur Jabar Ajak Masyarakat Bersama-sama Berantas Peredaran Miras dan Obat Terlarang
Terkini Redaksi - 11:01:28, 07 Aug 2026

Gubernur Jabar Ajak Masyarakat Bersama-sama Berantas Peredaran Miras dan Obat Terlarang

Gempur86.my.id, ‎Bandung - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengajak masyarakat ikut berperan dalam memberantas peredaran minuman keras ilegal dan obat-obatan ilegal di wilayah Jawa Barat. Dilansir dari akun Youtube @kangdedimulyadichannel pada 1 Agustus 2026, Kang Dedi menyatakan akan memberikan hadiah kepada warga yang menemukan lalu mempublikasikan lokasi penjualan barang ilegal tersebut melalui media sosial secara terbuka.Dalam pernyataannya, Kang Dedi mengimbau warga agar menyampaikan informasi mengenai lokasi penjualan minuman keras ilegal maupun obat-obatan ilegal sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam membantu penegakan hukum. Menurutnya, laporan yang disampaikan secara terbuka dapat menjadi dasar untuk dilakukan tindak lanjut oleh pihak terkait.‎Kang Dedi menegaskan warga yang berani mengungkap lokasi penjualan barang ilegal tersebut akan mendapatkan apresiasi berupa hadiah. Kebijakan ini diharapkan dapat mendorong keterlibatan masyarakat dalam menciptakan lingkungan yang lebih aman dan menekan peredaran barang-barang ilegal di Jawa Barat.‎‎(Tim) Baca selengkapnya
Warga Bisa Laporkan Penjual Tramadol dan Miras Ilegal Lewat Media Sosial, Dedi Mulyadi Siapkan Hadiah
Terkini Redaksi - 10:58:29, 07 Aug 2026

Warga Bisa Laporkan Penjual Tramadol dan Miras Ilegal Lewat Media Sosial, Dedi Mulyadi Sia...

Gempur86.my.id, ‎Bandung,- Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan peringatan keras kepada para penjual tramadol ilegal dan minuman keras tanpa izin. Ia meminta masyarakat ikut berperan mengungkap lokasi warung-warung yang masih nekat beroperasi di berbagai wilayah Jawa Barat.‎‎Menurut Dedi, peredaran obat keras tertentu dan miras ilegal tidak bisa hanya dibebankan kepada aparat penegak hukum. Dukungan masyarakat dinilai menjadi kunci agar praktik yang merusak generasi muda itu dapat dihentikan.‎‎Sebagai bentuk apresiasi, Dedi menjanjikan hadiah bagi warga yang memberikan informasi secara bertanggung jawab melalui jalur resmi maupun media sosial. Ia berharap semakin banyak laporan yang masuk sehingga aparat lebih mudah melakukan penindakan terhadap para pelaku.‎‎Langkah ini pun memicu pro dan kontra. Ada yang menilai kebijakan tersebut sebagai terobosan untuk mempercepat pemberantasan peredaran obat keras ilegal, namun ada pula yang mengingatkan agar masyarakat tidak main hakim sendiri dan tetap mengedepankan proses hukum.‎‎(Tim)‎ Baca selengkapnya
Pemdes Rancamanyar Bersama Polresta Bandung Razia Mihol
Terkini Redaksi - 10:55:56, 07 Aug 2026

Pemdes Rancamanyar Bersama Polresta Bandung Razia Mihol

Gempur86.my.id ‎Bandung,- Pemerintah Desa Rancamanyar bersama jajaran Polresta Bandung menggelar razia minuman beralkohol pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 00.32 WIB di Kampung Bojong Sayang RT 02 RW 04, Desa Rancamanyar, Kecamatan Baleendah, Kabupaten Bandung. Dalam kegiatan tersebut, petugas mengamankan sejumlah minuman beralkohol yang diduga melanggar ketentuan. Barang bukti kemudian disita, dan sebagian dimusnahkan di lokasi dengan cara dibuang ke saluran air sebagai bagian dari upaya penertiban.Razia ini merupakan langkah aparat dan pemerintah desa dalam menekan peredaran minuman beralkohol serta menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Rancamanyar. Petugas berharap kegiatan serupa dapat memberikan efek jera bagi pelaku pelanggaran serta menciptakan lingkungan yang lebih aman, tertib, dan kondusif bagi masyarakat.‎(Tim) Baca selengkapnya
KDM Buat Sayembara Lagi, Janjikan Hadiah Bagi Warga yang Berani Ungkap Peredaran Obat Keras dan Miras
Terkini Redaksi - 10:53:45, 07 Aug 2026

KDM Buat Sayembara Lagi, Janjikan Hadiah Bagi Warga yang Berani Ungkap Peredaran Obat Kera...

Gempur86.my.id, ‎Bandung,- Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, membuat gebrakan dengan meluncurkan sayembara unik bagi warga masyarakat. Kali ini, ia menantang keberanian warga untuk mengungkap keberadaan peredaran obat terlarang jenis tramadol dan minuman keras (miras) ilegal.Langkah ini diambil sebagai bentuk keprihatinan mendalam terhadap maraknya perdagangan ilegal. Bagi warga Jawa Barat yang ingin berpartisipasi dalam sayembara ini, mekanismenya tergolong cukup sederhana namun membutuhkan keberanian. Warga diminta untuk menjadi mata dan telinga di lingkungan masing-masing.Warga harus mengunggah informasi keberadaan warung penjual tramadol dan miras ke media sosial dalam bentuk postingan yang menceritakan keberadaan warung tersebut. Dedi Mulyadi menegaskan akan ada apresiasi nyata bagi mereka yang berani bersuara.‎"Bagi warga Jabar siapa yang bisa memposting menceritakan warung-warung tramadol di media sosial saya akan kasih hadiah juga," ujar Dedi Mulyadi melalui unggahan TikTok dedimulyadiofficial pada Sabtu, 1 Agustus 2026. Motivasi utama di balik sayembara ini bukan sekadar konten media sosial, melainkan upaya pembersihan Jawa Barat dari pengaruh zat berbahaya.‎‎(Tim) Baca selengkapnya
Sekda Garut Apresiasi FESTA Dinas Pertanian, Hasil Panen Petani Dijual Langsung dengan Harga Terjangkau
Terkini Redaksi - 10:48:50, 07 Aug 2026

Sekda Garut Apresiasi FESTA Dinas Pertanian, Hasil Panen Petani Dijual Langsung dengan Har...

Gempur86.my.id, ‎GARUT, – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Garut, Nurdin Yana, menghadiri FESTA Dinas Pertanian (Festival Hasil Pertanian dari Petani Lokal) yang berlangsung di Halaman Kantor Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Garut, Jalan Pembangunan, Kecamatan Tarogong Kidul, Kamis (6/8/2026).‎‎Sekda Garut menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pertanian Kabupaten Garut yang secara konsisten menyelenggarakan kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat pemasaran hasil pertanian lokal sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi petani. Menurutnya, kehadiran para petani dan Kelompok Wanita Tani (KWT) dari berbagai kecamatan menjadi sarana untuk memperkenalkan produk unggulan daerah kepada masyarakat.‎‎"Ketika ada event seperti ini, setidaknya akan memberikan suatu ruang bagi masyarakat atau produsen untuk mampu menampilkan suatu produk dan segmennya berorientasi pada masyarakat umum dan pegawai ASN. Saya berharap proses kegiatan ini tetap dilaksanakan oleh Dinas Pertanian sebagai wujud icon dan menumbuhkan kebangkitan ekonomi yang terjalin," ujar Nurdin Yana.‎‎Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Garut, Ardhy Firdian, menjelaskan seluruh komoditas yang dipasarkan dalam FESTA Dinas Pertanian merupakan hasil panen segar yang dibawa langsung oleh para petani dari berbagai wilayah di Kabupaten Garut. Festival ini menjadi ajang promosi sekaligus mempertemukan petani dengan masyarakat sebagai konsumen.‎‎"Kita upayakan untuk bisa dijual di sini, sebagai salah satu ajang promosi dan memperkenalkan kekhasannya jenis produk hasil pertanian dari masing-masing wilayah. Keunggulan utama dari festival ini adalah harga produk hasil pertanian tersebut menyesuaikan dengan harga para petani," jelas Ardhy Firdian.‎‎Ia menambahkan, penyelenggaraan FESTA Dinas Pertanian kali ini merupakan edisi keenam. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung setiap Kamis pada minggu pertama setiap bulan dengan melibatkan 15 wilayah di Kabupaten Garut secara bergiliran, sebagai upaya pembinaan sekaligus promosi produk pertanian lokal secara merata.‎‎(Red) Baca selengkapnya
Menyelamatkan Fiskal Daerah Menjaga Hak Aparatur
Terkini Redaksi - 10:46:10, 07 Aug 2026

Menyelamatkan Fiskal Daerah Menjaga Hak Aparatur

Gempur86.my.id, 08 Agustus 2026.Ketika ribuan aparatur sipil negara di berbagai penjuru Indonesia mulai dihantui ketidakpastian mengenai hak yang semestinya mereka terima setiap bulan, persoalannya tidak lagi sekadar menyangkut administrasi keuangan. Keterlambatan pembayaran gaji ASN telah berkembang menjadi indikator rapuhnya daya tahan fiskal daerah. Dalam situasi itulah pemerintah pusat mengambil langkah luar biasa dengan mengalokasikan bantuan Rp20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah yang mengalami tekanan keuangan. Kebijakan tersebut bukan hanya menjadi solusi jangka pendek, tetapi juga membuka ruang evaluasi terhadap hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah yang selama ini menjadi fondasi pelaksanaan otonomi daerah.Keputusan Presiden Prabowo Subianto untuk menginstruksikan penyaluran bantuan melalui Kementerian Keuangan menjadi respons atas persoalan yang telah memunculkan keresahan di berbagai daerah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa dana sebesar Rp20,5 triliun akan dibagikan kepada 490 pemerintah daerah dan ditargetkan mulai dicairkan paling lambat pada pekan berikutnya. Pernyataan tersebut memperlihatkan bahwa pemerintah menyadari persoalan ini telah berkembang menjadi isu nasional yang tidak dapat lagi ditunda penyelesaiannya.Besarnya nilai bantuan menunjukkan bahwa pemerintah memandang pembayaran gaji ASN sebagai prioritas yang tidak dapat dikompromikan. ASN merupakan penggerak utama pelayanan publik. Mereka menjalankan administrasi pemerintahan, pelayanan kesehatan, pendidikan, perizinan, kependudukan, hingga berbagai layanan dasar yang langsung dirasakan masyarakat. Ketika hak mereka terlambat dipenuhi, dampaknya tidak berhenti pada persoalan individu, tetapi berpotensi memengaruhi kualitas pelayanan negara kepada masyarakat.Di balik kebijakan penyelamatan fiskal tersebut tersimpan pertanyaan yang jauh lebih penting. Mengapa hingga 490 pemerintah daerah mengalami kesulitan membayar gaji pegawainya sendiri? Jumlah tersebut bukan angka kecil. Bahkan mencerminkan bahwa persoalan yang dihadapi bukanlah kasus yang berdiri sendiri, melainkan gejala struktural dalam tata kelola fiskal nasional. Jika ratusan daerah mengalami persoalan yang sama dalam waktu bersamaan, maka evaluasi tidak cukup hanya diarahkan kepada pemerintah daerah, tetapi juga harus menyentuh desain hubungan fiskal nasional.Efisiensi anggaran yang dilakukan pemerintah sepanjang tahun 2026 memang bertujuan menjaga kesehatan APBN di tengah berbagai tantangan ekonomi. Salah satu konsekuensinya adalah penyesuaian Transfer ke Daerah. Bagi daerah yang memiliki kapasitas fiskal kuat, kebijakan tersebut mungkin masih dapat diantisipasi melalui optimalisasi Pendapatan Asli Daerah. Namun bagi daerah yang selama ini sangat bergantung pada transfer dari pemerintah pusat, pengurangan tersebut langsung memengaruhi kemampuan membiayai belanja rutin, terutama belanja pegawai.Fakta tersebut memperlihatkan bahwa pelaksanaan otonomi daerah masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Selama lebih dari dua dekade desentralisasi berjalan, masih banyak daerah yang belum mampu membangun kemandirian fiskal. Pendapatan Asli Daerah di sebagian besar wilayah masih relatif kecil dibandingkan kebutuhan belanja pemerintahan. Akibatnya, APBD menjadi sangat sensitif terhadap setiap perubahan kebijakan transfer pemerintah pusat.Ketergantungan fiskal tersebut sesungguhnya bukan hanya persoalan rendahnya penerimaan daerah. Di sejumlah wilayah, komposisi belanja pegawai masih mendominasi APBD sehingga ruang fiskal menjadi semakin sempit. Ketika transfer berkurang, pemerintah daerah tidak lagi memiliki fleksibilitas untuk menutup kebutuhan belanja yang bersifat wajib. Kondisi inilah yang akhirnya memunculkan ancaman keterlambatan pembayaran gaji ASN dan PPPK.Dalam konteks tersebut, keputusan pemerintah menggunakan mekanisme bantuan melalui Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara merupakan pilihan yang cukup rasional. Skema ini memungkinkan dana disalurkan lebih cepat dibandingkan apabila pemerintah harus menunggu perubahan kebijakan Transfer ke Daerah. Langkah tersebut memperlihatkan adanya fleksibilitas pengelolaan APBN untuk merespons kondisi darurat tanpa harus mengubah keseluruhan desain transfer fiskal nasional.Namun demikian, bantuan pemerintah pusat tidak boleh dipandang sebagai solusi permanen. Bantuan fiskal hanya berfungsi sebagai jaring pengaman agar pelayanan publik tidak terganggu dan hak ASN tetap terpenuhi. Apabila pola penyelamatan semacam ini terus berulang setiap kali daerah mengalami tekanan keuangan, maka akan muncul risiko moral hazard. Pemerintah daerah dapat kehilangan dorongan untuk melakukan reformasi fiskal karena selalu berharap adanya intervensi dari pemerintah pusat.Oleh karena itu, transparansi menjadi aspek yang tidak kalah penting. Pemerintah perlu menjelaskan secara terbuka indikator yang digunakan dalam menentukan daerah penerima bantuan serta besaran dana yang diterima masing-masing daerah. Keterbukaan tersebut penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus memastikan bahwa distribusi bantuan benar-benar didasarkan pada kebutuhan riil, bukan pertimbangan lain di luar aspek fiskal.Pemerintah juga patut diapresiasi karena menegaskan bahwa bantuan diprioritaskan untuk pembayaran gaji ASN dan PPPK, termasuk PPPK penuh waktu maupun paruh waktu. Kebijakan tersebut memberikan kepastian kepada ribuan pegawai yang sebelumnya dihantui kekhawatiran kehilangan pendapatan atau bahkan terancam pemutusan hubungan kerja akibat keterbatasan kemampuan keuangan daerah.Meskipun demikian, persoalan sesungguhnya belum selesai. Bantuan Rp20,5 triliun memang dapat meredakan tekanan dalam jangka pendek, tetapi tidak serta merta menghilangkan akar masalah yang selama ini membelit keuangan daerah. Pemerintah pusat dan pemerintah daerah harus memanfaatkan momentum ini untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap struktur APBD, efektivitas belanja, kapasitas Pendapatan Asli Daerah, serta sistem perencanaan anggaran agar lebih adaptif terhadap perubahan kondisi ekonomi.Di sisi lain, pemerintah daerah juga perlu mempercepat berbagai upaya peningkatan kemandirian fiskal. Optimalisasi pajak daerah, retribusi yang proporsional, pengembangan potensi ekonomi lokal, peningkatan investasi, digitalisasi pelayanan publik, serta efisiensi belanja harus menjadi agenda yang dijalankan secara konsisten. Otonomi daerah tidak hanya memberikan kewenangan mengelola pemerintahan, tetapi juga menuntut kemampuan membangun ketahanan fiskal secara mandiri.Peran pemerintah pusat pada akhirnya bukan sekadar menjadi penyelamat ketika daerah mengalami kesulitan. Lebih dari itu, pemerintah harus memperkuat sistem pembinaan, pengawasan, dan peringatan dini terhadap kondisi keuangan daerah sehingga potensi krisis dapat dideteksi sebelum berkembang menjadi persoalan nasional. Sistem informasi fiskal yang terintegrasi akan membantu pemerintah mengambil langkah korektif lebih cepat dan lebih tepat sasaran.Kebijakan penyaluran Rp20,5 triliun kepada 490 pemerintah daerah menjadi bukti bahwa negara hadir ketika stabilitas pemerintahan daerah menghadapi ancaman. Namun kebijakan tersebut juga menjadi pengingat bahwa ketahanan fiskal daerah masih membutuhkan pembenahan yang mendasar. Krisis pembayaran gaji ASN tidak boleh dipandang sebagai peristiwa sesaat, melainkan sebagai momentum untuk memperkuat fondasi hubungan keuangan pusat dan daerah agar lebih sehat, lebih tangguh, dan lebih berkelanjutan.Ukuran keberhasilan kebijakan ini bukan hanya seberapa cepat dana berhasil dicairkan atau berapa banyak daerah yang berhasil menyelesaikan kewajiban pembayaran gaji. Keberhasilan yang sesungguhnya adalah ketika pelayanan publik tetap berjalan tanpa gangguan, hak ASN terlindungi secara berkelanjutan, pemerintah daerah semakin mandiri secara fiskal, dan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dengan daerah mampu dibangun di atas prinsip akuntabilitas, keadilan, serta keberlanjutan. Jika momentum ini dimanfaatkan sebagai titik awal reformasi fiskal yang lebih mendalam, maka bantuan Rp20,5 triliun tidak sekadar menjadi solusi atas krisis hari ini, tetapi juga menjadi investasi kelembagaan bagi terciptanya tata kelola pemerintahan yang lebih kokoh pada masa mendatang. Baca selengkapnya
Kunjungan Silaturahmi Kapolres Garut ke Kapala Rutan Garut hingga Wakil Bupati Garut
Terkini Redaksi - 10:43:06, 07 Aug 2026

Kunjungan Silaturahmi Kapolres Garut ke Kapala Rutan Garut hingga Wakil Bupati Garut

Gempur 86.my.id, ‎Garut,- Kapolres Garut AKBP Niko N Adi Putra, S.H., S.I.K., M.H. melaksanakan rangkaian kunjungan silaturahmi dan koordinasi ke Kepala Rutan Garut, Kepala Bapas Garut, Kepala Lapas Garut, Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Garut, serta Wakil Bupati Garut.Kunjungan ini menjadi wujud komitmen Polres Garut dalam mempererat sinergitas lintas instansi guna memperkuat kolaborasi, meningkatkan koordinasi, serta bersama-sama menghadirkan pelayanan terbaik bagi masyarakat.Dengan kebersamaan dan komunikasi yang solid, setiap langkah menjadi lebih kuat untuk menjaga keamanan, ketertiban, dan mendukung pembangunan Kabupaten Garut yang semakin maju.‎(Tim) Baca selengkapnya
Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Blitar Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Profesionalisme
Terkini Reef - 13:11:00, 01 Jul 2026

Peringati Hari Bhayangkara Ke-80, Polres Blitar Komitmen Tingkatkan Pelayanan dan Profesio...

BLITAR – Polres Blitar menggelar Upacara Peringatan Hari Bhayangkara Ke-80 di Alun-Alun Kanigoro, Kabupaten Blitar, Rabu (1/7/2026). Upacara berlangsung khidmat dan diikuti jajaran personel Polres Blitar, unsur TNI, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Blitar, instansi pemerintah, tokoh masyarakat, serta berbagai elemen masyarakat.

  Baca selengkapnya
Mengenang Warkop DKI lewat Gelak Tawa: Agenda Nobar Seru ExSosat ILUNI 34'85 di Blok M Square
Terkini Ginandjar - 10:33:00, 18 Jun 2026

Mengenang Warkop DKI lewat Gelak Tawa: Agenda Nobar Seru ExSosat ILUNI 34'85 di Blok M Squ...

Siang itu, keceriaan pecah di lantai 5 Blok M Square. Para sahabat yang tergabung dalam ExSosat (Ex Sosial Satu) ILUNI 34'85, dipimpin oleh Neni Sri Handayani bersama kawan-kawan, tak menyangka jika agenda nonton bareng (nobar) kali ini bakal mengocok perut. Menyaksikan film komedi-horor terbaru yang menghidupkan kembali trio legendaris Warkop DKI—kali ini diperankan secara apik oleh Desta, Vino G. Bastian, dan Tora Sudiro—rombongan alumni ini dibuat terpingkal-pingkal hampir sepanjang durasi film.

  Baca selengkapnya
Belajar "Melukis Cahaya" Bersama ILUNI 34'85 : Dari Teori hingga Efek Bokeh yang Bikin Happy
Terkini Ginandjar - 13:01:57, 15 Jun 2026

Belajar "Melukis Cahaya" Bersama ILUNI 34'85 : Dari Teori hingga Efek Bokeh yang Bikin Hap...

Ruangan di Kantor Iswara Films, Jati Padang Barat, Jakarta Selatan, terasa begitu hangat kemarin. Bukan sekadar karena cuaca mendung, melainkan karena antusiasme para peserta Kursus Singkat Fotografi & Videografi ILUNI 34'85 yang luar biasa. Meski jumlah peserta yang hadir tidak sebanyak di daftar absen, semangat mereka justru berlipat ganda—layaknya baterai kamera yang terisi penuh.

  Baca selengkapnya
Mengenang Ibu Hj. Andania Said : Kekeluargaan dalam Untaian Doa di Malam Ketiga
Terkini Gigin - 11:49:45, 15 Jun 2026

Mengenang Ibu Hj. Andania Said : Kekeluargaan dalam Untaian Doa di Malam Ketiga

Suasana malam ketiga wafatnya Ibu Hj. Andania Said, istri tercinta dari Bapak H. Sullahi, memimpikan kediamannya dengan nuansa yang begitu khusyuk dan penuh kedamaian pada Minggu malam, 14 Juni 2026. Lebih dari 50 jamaah Masjid An Nur hadir memadati kediaman Bapak Sullahi, memenuhi ruang utama hingga ke area teras, menyatu dalam satu tujuan : mendoakan almarhumah.

  Baca selengkapnya
Mengenang Ibu Hj. Andania Said : Kekeluargaan dalam Untaian Doa di Malam Ketiga
Terkini Gigin - 11:47:35, 15 Jun 2026

Mengenang Ibu Hj. Andania Said : Kekeluargaan dalam Untaian Doa di Malam Ketiga

Suasana malam ketiga wafatnya Ibu Hj. Andania Said, istri tercinta dari Bapak H. Sullahi, memimpikan kediamannya dengan nuansa yang begitu khusyuk dan penuh kedamaian pada Minggu malam, 14 Juni 2026. Lebih dari 50 jamaah Masjid An Nur hadir memadati kediaman Bapak Sullahi, memenuhi ruang utama hingga ke area teras, menyatu dalam satu tujuan : mendoakan almarhumah.

  Baca selengkapnya
Kalender Hari Ini
-
-
00:00:00

Pilihan Editor

Indeks →
Gempur86